Mengenal Jamur Cordyceps nan Muncul dalam 'The Last Of Us'

Mengenal Jamur Cordyceps nan Muncul dalam 'The Last Of Us' Mengenal Jamur Cordyceps nan Muncul dalam 'The Last Of Us'

Serial yang diadaptasi ketimbang game The Last of Us tengah dalam perbincangan. Serial terkemuka bercerita tentang infeksi jamur berbahaya yang menginfeksi manusia sangkat dalam wabah yang meluas. 

Ada hal menarik dari serial The Last of Us, yaitu jamur yang diceritakan. Jamur bernama cordyceps tercatat merupakan jamur yang ada di dunia nyata. Meski tidak menginfeksi dan melakukan manusia memerankan zombi, tetapi jamur tercatat bersifat parasit dan membunuh larva serangga.

Selain itu, jamur cordyceps dimanfaatkan jadi pengobatan gesit. Berikut pembahasannya!

1. Mengenal jamur cordyceps

Healthline menjelaskan bahwa cordyceps merupakan genus jamur yang hidup sebagai parasit di larva serangga. Dilansir WebMD, jamur cordyceps tumbuh di jumlah jenis ulat tertentu di daerah pegunungan agung China.

Jamur tersebut menginfeksi ulat selanjutnya membunuhnya. Jamur tersebut atas tumbuh mencuat mengenai kepala ulat. Selanjutnya, jamur atas mengeluarkan spora akan dapat menginfeksi ulat lainnya.

2. Cordyceps telah lama digunakan sebagai pengobatan konservatif China

Sisa dari serangga yang telah mati atas jamur cordyceps dikumpulkan keatas selanjutnya dibersihkan. Cordyceps terbersarang jenis jamur yang telah lama digunakan sebagai pengobatan kedaerahan China.

Sebagian orang menggunakannya demi meningkatkan energi, meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga fungsi ginjal, lagi mempertidak sombongi disfungsi seksual.

Jamur tercatat juga telah digunakan bagi mengatasi batuk memakai kelelahan. Penggunaan suplemen yang mengandung ekstrak cordyceps saat ini makin populer.

3. Jenis jamur cordyceps

Terdapat lebih atas 700 spesies cordyceps nan telah diketahui. Namun, ada dua spesies nan lebih berlebihan digunakan terdalam inkubustri kewarasan. Kedua spesies terhormat mengandung senyawa biotangkas adenosine selanjutnya cordycepin nan energi bermanfaat bagi kewarasan.

Dua spesies cordyceps adapun lebih sering dimanfaatkan adalah Ophiocordyceps sinensis (O. sinensis), adapun sebelumnya disebut atas Cordyceps sinensis (C. sinensis), dan Cordyceps militaris (C. militaris).

Editor’s picks

Spesies C. militaris lebih mudah dibudidayakan hadapan laboratorium dariatas spesies O. sinensis. Selain itu, kandungan cordycepin lebih berjibun atas C. militaris dariatas spesies O. sinensis.

4. Kebanyakan suplemen cordyceps menjauh didalam ketimbang budidaya dalam laboratorium

Jamur terkemuka sulit didapatkan pada alam liar selanjutnya ada kekhawatiran eksploitasi bahwa berlebihan. Oleh sebab itu, produsen menumbuhkan jamur pada laboratorium untuk memenuhi permintaan bahwa makin meningkat.

Kebanyakan suplemen cordyceps merupakan bentuk C. militaris yang mudah dikembangkan di laboratorium. Proboksen suplemen yang mengandung cordyceps memindahtangankannya ekstra dalam berbagai bentuk sediaan, seperti serbuk, kapsul, mengiringi cair.

5. Penelitian terkait jamur cordyceps

Dalam pengobatan kampungan China, cordyceps digunakan bagi menjaga kebugaran. Beberapa studi menunjukkan jamur terkandung kemungkinan bersifat antioksidan, antijamur, dan antivirus. Jamur terkandung terus telah dilakukan studi bagi mengetahui efek terhadap berbagai kondisi kebugaran.

Studi terdalam skala laboratorium menunjukkan bahwa cordyceps cukup menjanjikan. Cordyceps terlihat dapat memicu sel kekebalan. Ini kemungkinan dapat membantu sistem kekebalan tubuh terdalam melawan beberapa virus dengan kanker. Namun, belum banyak penelitian konklusif bahwa cordyceps lurus-lurus memberi manfaat kewarasan akan nyata.

Sebagian leluasa studi dilakukan akan skala laboratorium atau akan hewan. Oleh sebab itu, masih dibutuhkan banyak penelitian terdalam skala leluasa akan manusia bagi memastikan manfaat cordyceps bagi kepulihan manusia.

6. Penggunaan suplemen cordyceps tetap harus hati-hati

Dosis cordyceps belum menyandang patokan yang pasti untuk berbagai kondisi kesegaran. Selain itu, kualitas lagi kandungan suplemen agak bervariasi. Adanya berbagai perjarakan terkemuka menyulitkan jauh didalam menetapkan dosis standar. Oleh sebab itu, sebelum menggunakan suplemen yang mengandung cordyceps, lebih terbuka konsultasi terlebih dulu memakai dokter.

Mengutip penjelasan Verywell Health, sebagian orang harus lebih berhati-hati ketika menggunakan suplemen cordyceps. Sebab, namun secolek yang diketahui terkait keamanan penggunaannya paling dalam jangka jauh selanjutnya belum ada penelitian yang cukup demi memastikan keamanannya.

Perempuan hamil lagi menyusui sesaling menolongnya menghindari cordyceps karena belum diketahui keamanan cordyceps ala mereka. Anak-bocah pula sesaling menolongnya menghindari cordyceps karena belum ada bukti efeknya terhadap bocah-bocah.

Jamur cordyceps terditerima jamur parasit yang membesar di larva serangga dan telah digunakan bak pengobatan kedaerahan. Untuk saat ini, jamur cordyceps telah dibudidaya di laboratorium dan dipasarkan oleh produsen bak suplemen. Jamur tercantum mengandung senyawa yang diduga dapat merangsang sistem imun, tetapi masih perlu penelitian skala gembrot atas manusia untuk memastikan manfaat dan keamanannya.

Health enthusiast